Total Tayangan Laman

Rabu, 08 Mei 2013

Index of Economic Well-being


(sumber: http://www.csls.ca/iwb.asp)

Indeks kesejahteraan ekonomi ini terdiri atas 4 kelompok aspek dengan masing-masing indikator sebagai berikut:

Global food security index 2012: A report from the Economist Intelligence Unit

(Indeks ketahanan pangan Dunia tahun 2012)

1. Affordability

1.1 Food consumption as a share of household
expenditure
1.2 Proportion of population under the global
poverty line
1.3 Gross domestic product per capita
1.4 Agricultural import tariffs
1.5 Presence of food safety net programmes
1.6 Access to fi nancing for farmers

2. Availability

2.1 Suffi ciency of supply (Average food supply in kcal/capita/day, and Dependency on chronic food aid)
2.2 Public expenditure on agricultural research
and development
2.3 Agricultural infrastructure (Existence of adequate crop storage facilities, Road infrastructure, and Port infrastructure)
2.4 Volatility of agricultural production
2.5 Political stability risk

3. Quality and safety

3.1 Diet diversifi cation
3.2 Nutritional standards (National dietary guidelines, National nutrition plan or strategy, and Nutrition monitoring and surveillance)
3.3 Micronutrient availability (Dietary availability of vitamin A, Dietary availability of animal iron, and Dietary availability of vegetal iron)
3.4 Protein quality
3.5 Food safety (Agency to ensure the safety and health of food, Percent of population with access to potable water, and Presence of formal grocery sector)

(sumber: http://www.multivu.com/players/English/56895-eiu-global-food-security-index-dupont/flexSwf/impAsset/document/f28e36b5-0ba3-4764-801c-2cc353f4b717.pdf)

Global Food Security Index

1.    Affordability

·         Food consumption as a share of household expenditure
·         Proportion of population under global poverty line
·         Gross domestic product per capita
·         Agricultural import tariffs
·         Presence of food safety net programs
·         Access to farmer financing

2.    Availability
·         Sufficiency of supply
·         Public expenditure on agricultural R&D
·         Agricultural infrastructure
·         Volitility of agricultural production
·         Political instability

3.    Quality and safety


·         Diet diversification
·         Nutritional standards
·         Micronutrient availability
·         Protein quality
·         Food safety

(Sumber: http://foodsecurityindex.eiu.com/)

Gross National Happiness (GNH)


Ada 7 indikator yang dipakai dalam survey GNH Global yang pertama. Ini merupakan ukuran sosial ekonomi yang dikembangkan tahun 2006 oleh Med Jones Ketua International Institute of Management. Ada 7 yaitu:
1.    Economic Wellness: Indicated via direct survey and statistical measurement of economic metrics such as consumer debt, average income to consumer price index ratio and income distribution

2.    Environmental Wellness: Indicated via direct survey and statistical measurement of environmental metrics such as pollution, noise and traffic

3.    Physical Wellness: Indicated via statistical measurement of physical health metrics such as severe illnesses

4.    Mental Wellness: Indicated via direct survey and statistical measurement of mental health metrics such as usage of antidepressants and rise or decline of psychotherapy patients

5.    Workplace Wellness: Indicated via direct survey and statistical measurement of labor metrics such as jobless claims, job change, workplace complaints and lawsuits

6.    Social Wellness: Indicated via direct survey and statistical measurement of social metrics such as discrimination, safety, divorce rates, complaints of domestic conflicts and family lawsuits, public lawsuits, crime rates

7.    Political Wellness: Indicated via direct survey and statistical measurement of political metrics such as the quality of local democracy, individual freedom, and foreign conflicts.

(sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Gross_national_happiness)

Indikator Kebahagiaan

Menurut Ibnu Abbas ra, ada 7 indikator kebahagiaan di dunia yaitu :

1) QOLBUN SYAKIRUN, atau hati yg selalu BERSYUKUR. Artinya selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yg berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yg selalu bersyukur.

2) AL-AZWAJU SHALIHAH, yaitu pasangan hidup yang SHOLEH. Pasangan hidup yg sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluargayg sholeh pula.

3) AL-AULADUL ABRAR, yaitu anak yg sholeh. Do’a anak yg sholeh kpd orang tuanya dijamin dikabulkan Allah, berbahagialah orang tua yg memiliki anak sholeh/solehah.

4) AL-BIATU SHOLIHAH, yaitu lingkungan yg kondusif untuk IMAN kita. Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang² sholeh yg selalu mengajak kepada kebaikan & mengingatkan bila kita salah.

5) AL-MALUL HALAL, atau harta yg HALAL. Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yg dimiliki. Harta yg halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci & kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup. Berbahagialah orang yg selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.

6) TAFAKUH FID-DIEN, atau SEMANGAT untuk memahami agama. Dengan belajar ilmu agama, akan semakin cinta kepada agama & semakin tinggi cintanya kepada Allah & Rasulnya. Cinta inilah yg akan memberi cahaya bagi hatinya.

7) UMUR YANG BAROKAH. Artinya umur yg semakin tua semakin sholeh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Inilah semangat hidup orang² yg barokah umurnya, maka berbahagialah orang² yg umurnya barokah.

(Sumber: http://www.flexmedia.co.id/7-indikator-kebahagiaan-di-dunia/)

Senin, 24 September 2012

Perbedaan DESA dan KOTA


Wilayah perkotaan/perdesaan merupakan salah satu satuan wilayah yang umum digunakan. Perkotaan/perdesaan di sini merujuk pada pengertian desa perkotaan (urban) atau desa perdesaan (rural) bukan kota (city). Untuk memahami klasifikasi desa perkotaan dan desa perdesaan perlu dijelaskan tentang beberapa pengertian secara statistik sebagai berikut:

1. Daerah perkotaan, adalah suatu wilayah administratif setingkat desa/kelurahan yang memenuhi persyaratan tertentu dalam hal kepadatan penduduk, persentase rumah tangga pertanian, dan aksesibilitas sejumlah fasilitas perkotaan, seperti jalan raya, sarana pendidikan formal, sarana kesehatan umum, dan sebagainya yang relatif mudah ditinjau dari segi jarak.

2. Daerah perdesaan, adalah suatu wilayah administratif setingkat desa/kelurahan yang belum memenuhi persyaratan tertentu dalam hal kepadatan penduduk, persentase rumah tangga pertanian, dan aksesibilitas sejumlah fasilitas perkotaan, seperti jalan raya, sarana pendidikan formal, sarana kesehatan umum, dan sebagainya yang relatif sulit dari ditinjau dari segi jarak.

Kriteria desa perkotaan yang digunakan di Indonesia telah mengalami beberapa kali penyempurnaan, sesuai dengan perkembangan pembangunan wilayah. Penyempurnaan tersebut dilakukan setiap 10 tahun sekali dan biasanya menjelang pelaksanaan Sensus Penduduk (SP). Sampai sekarang sudah dilakukan 4 (empat) kali penyempurnaan yang secara berturut-turut menghasilkan kriteria desa perkotaan 1961, kriteria desa perkotaan 1971, kriteria desa perkotaan 1980, dan kriteria desa perkotaan 2000. Menjelang SP 1990 tidak dilakukan penyempurnaan kriteria desa perkotaan sehingga tidak ada kriteria desa perkotaan 1990. Demikian juga menjelang pelaksanaan Sensus Penduduk 2010 tidak dilakukan penyempurnaan kriteria desa perkotaan, sehingga kriteria desa perkotaan yang digunakan adalah kriteria desa perkotaan 2000 yang hanya terdapat sedikit penajaman.

Kriteria desa perkotaan 2000 merupakan kriteria yang sampai sekarang masih diterapkan. Kriteria desa perkotaan 2000 menggunakan tiga indikator sebagai ukurannya, yaitu: kepadatan penduduk per km2 (KPD), persentase rumah tangga pertanian (PRT), dan keberadaan atau akses untuk mencapai fasilitas perkotaan (AFU). Berdasar tiga indikator tersebut diketahui bahwa suatu desa dapat mencapai skor maksimum yang besarnya 26 dan dapat mencapai skor minimum yang besarnya 2. Sedangkan batas skor (cut of point) yang digunakan untuk penentuan desa perkotaan besarnya 10. Sehingga desa-desa yang mempunyai total skor 10 atau lebih ditetapkan sebagai desa perkotaan, sebaliknya desa-desa dengan total skor kurang dari 10 ditetapkan sebagai desa perdesaan.

Pada Tabel di bawah ini disajikan secara lengkap variabel, klasifikasi, skor, dan kriteria yang digunakan dalam klasifikasi desa perkotaan-perdesaan.

Variabel, Klasifikasi, Skor, dan Kriteria Desa Perkotaan 2000

Variabel/ Klasifikasi
Skor
(1)
(2)
TOTAL SKOR
·         · Skor minimum
2
·         · Skor maksimum
26
1.
Kepadatan penduduk
·         < 500
1
·         500 – 1.249
2
·         1.250 – 2.499
3
·         2.500 – 3.999
4
·         4.000 – 5.999
5
·         6.000 – 7.499
6
·         7.500 – 8.499
7
·         8.500 <
8
2.
Persentase rumah tangga pertanian
·         70,00 <
1
·         50,00 – 69,99
2
·         30,00 – 49,99
3
·         20,00 – 29,99
4
·         15,00 – 19,99
5
·         10,00 – 14,99
6
·         5,00 – 9,99
7
·         < 5,00
8
3.
Akses fasilitas umum
0, 1, 2, …, 10
A).
Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK)
·         Ada atau £ 2,5 km
1
·         > 2,5 km
0
B).
Sekolah Menengah Pertama (SMP)
·         Ada atau £ 2,5 km
1
·         > 2,5 km
0
C).
Sekolah Menengah Umum (SMU)
·         Ada atau £ 2,5 km
1
·         > 2,5 km
0
D).
Pasar
·         Ada atau £ 2 km
1
·         > 2 km
0
E).
Bioskop
·         Ada atau £ 5 km
1
·         > 5 km
0
F).
Pertokoan
·         Ada atau £ 2 km
1
·         > 2 km
0
G).
Rumah Sakit
·         Ada atau £ 5 km
1
·         > 5 km
0
H).
Hotel/Bilyar/Diskotek/Panti pijat/Salon
·         Ada
1
·         Tidak ada
0
I).
Persentase Rumah Tangga Telepon
·         ³ 8,00
1
·         < 8,00
0
J).
Persentase Rumah Tangga Listrik
·         ³ 90,00
1
·         < 90,00
0
Total Skor ³ 10 Þ Desa Perkotaan (Urban)
Total Skor < 10 Þ Desa Perdesaan (Rural)

Kesimpulannya: Jika total skor di atas 10 = tergolong desa perkotaan, jika kecil dari 10 = desa perdesaan.
*****